
Lembang, 16–17 September 2026 – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menyelenggarakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2026 pada 16–17 September 2026, bertempat di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola dan peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui evaluasi terhadap pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sekaligus menjadi forum untuk merumuskan langkah perbaikan dan pengembangan sistem penjaminan mutu di lingkungan IPI Garut.
Rapat Tinjauan Manajemen menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang menjadi dasar implementasi SPMI di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, hasil pelaksanaan program penjaminan mutu ditinjau secara menyeluruh untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta aspek-aspek yang memerlukan penguatan dan perbaikan. Evaluasi tersebut menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan strategi peningkatan mutu yang lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan tinggi, RTM memiliki peran strategis sebagai forum evaluasi manajemen yang menghubungkan hasil pemantauan dan evaluasi, termasuk Audit Mutu Internal (AMI), dengan proses pengambilan keputusan dan penyusunan rencana tindak lanjut. Pembahasan diarahkan pada efektivitas pelaksanaan standar pendidikan tinggi, ketercapaian indikator kinerja, kesesuaian pelaksanaan program dengan standar yang telah ditetapkan, serta upaya penyelesaian berbagai temuan dan rekomendasi perbaikan. Dengan demikian, hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan institusi.
Selain meninjau pelaksanaan program dan hasil evaluasi mutu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan keselarasan pelaksanaan penjaminan mutu di berbagai tingkatan organisasi. Penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur pengelola pendidikan tinggi, mulai dari tingkat institusi, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), program studi, hingga unit dan lembaga pendukung. Oleh karena itu, penguatan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap rekomendasi perbaikan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing unit.
Penyelenggaraan RTM selama dua hari ini juga memberikan ruang untuk melakukan refleksi terhadap efektivitas sistem penjaminan mutu yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan instrumen, mekanisme monitoring dan evaluasi, serta penguatan dokumentasi dan pelaporan mutu. Upaya tersebut diperlukan agar implementasi SPMI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen dan persyaratan akreditasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi dan layanan kelembagaan.
Melalui Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2026, BPM IPI Garut terus mendorong penguatan budaya mutu yang berorientasi pada evaluasi berbasis bukti, pengendalian terhadap pelaksanaan standar, serta perbaikan secara berkelanjutan. Hasil pembahasan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan prioritas tindak lanjut dan pengembangan sistem penjaminan mutu yang semakin efektif, sehingga seluruh unsur di lingkungan IPI Garut dapat berkontribusi secara sinergis dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu, unggul, dan berdaya saing.
