
Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menerima kunjungan Tim Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Mayasari Bakti dalam kegiatan benchmarking Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Budaya Mutu pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan tata kelola penjaminan mutu perguruan tinggi melalui pertukaran praktik baik, pendalaman implementasi siklus PPEPP, serta pengembangan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi. Berdasarkan surat permohonan Universitas Mayasari Bakti, kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan memperoleh praktik terbaik dalam pengelolaan SPMI, akreditasi, serta pengembangan budaya mutu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola akademik dan nonakademik.
Kegiatan benchmarking ini melibatkan unsur pimpinan dan pengelola mutu dari Universitas Mayasari Bakti serta jajaran Badan Penjaminan Mutu (BPM) IPI Garut. Dari pihak Universitas Mayasari Bakti, peserta yang hadir antara lain Dr. Yusuf Abdullah, S.E., M.E. selaku Rektor, Rijalul Khaer, S.E., M.E. selaku Kepala LPMPP, Adi Dadan Ramdana, S.Kom., M.M. selaku Kepala Bagian SMPI, Syafari Suryo Pranoto, S.T., M.T.I. selaku Kepala Bagian SMPE, Aneu Nurkhalifah Arhasy, S.E., M.M. selaku Kepala Bagian Pengembangan Pembelajaran, serta Mulyana, S.T. selaku Staf SPMI. Kehadiran tim tersebut menunjukkan komitmen Universitas Mayasari Bakti dalam memperkuat sistem mutu melalui pembelajaran langsung kepada institusi mitra yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan penjaminan mutu.

Bagi IPI Garut, kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan mutu internal, khususnya terkait implementasi SPMI, pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), pengelolaan dokumen mutu, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem penjaminan mutu. Sementara itu, bagi Universitas Mayasari Bakti, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai strategi, mekanisme, dan model pengelolaan mutu yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan institusi. Benchmarking ini juga menjadi sarana penguatan jejaring kelembagaan antara kedua perguruan tinggi dalam mendorong tata kelola pendidikan tinggi yang lebih akuntabel, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan dirancang melalui sesi penyambutan, pemaparan praktik baik, diskusi terarah, serta dialog teknis mengenai pengelolaan penjaminan mutu. Ruang lingkup pembahasan mencakup implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal, penyusunan dan pelaksanaan standar mutu melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), strategi persiapan dan pendampingan akreditasi program studi maupun institusi, implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam pembelajaran, serta pengelolaan dokumen mutu dan pelaksanaan AMI. Selain itu, kegiatan juga membahas monitoring dan evaluasi kinerja akademik serta nonakademik, praktik baik pengembangan budaya mutu berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem penjaminan mutu.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana sistem mutu tidak hanya diposisikan sebagai kebutuhan administratif, tetapi juga sebagai budaya kerja institusi. SPMI dipahami sebagai instrumen strategis untuk memastikan bahwa proses akademik, layanan, pengelolaan kelembagaan, serta pengembangan pembelajaran berjalan sesuai standar yang ditetapkan dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung juga membuka ruang bagi kedua institusi untuk saling bertukar pengalaman mengenai tantangan implementasi mutu, penguatan dokumentasi, keterlibatan unit kerja, serta strategi membangun kesadaran mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Capaian langsung dari kegiatan ini adalah terselenggaranya forum berbagi praktik baik antara BPM IPI Garut dan LPMPP Universitas Mayasari Bakti, tersusunnya pemahaman bersama mengenai penguatan SPMI dan budaya mutu, serta terbukanya peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang penjaminan mutu, akreditasi, pengembangan pembelajaran, dan tata kelola institusi. Kegiatan ini juga menghasilkan penguatan wawasan teknis bagi peserta mengenai pengelolaan dokumen mutu, pelaksanaan AMI, evaluasi kinerja, serta optimalisasi teknologi informasi untuk mendukung efektivitas sistem mutu.

Kegiatan benchmarking antara Universitas Mayasari Bakti dan IPI Garut menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi, pertukaran praktik baik, dan komitmen terhadap peningkatan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan budaya mutu, peningkatan tata kelola institusi, serta kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika mutu akademik dan nonakademik di masa mendatang.