
Dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu pendidikan secara berkelanjutan, Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut melalui Badan Penjaminan Mutu (BPM) menyelenggarakan kegiatan Pembahasan dan Penetapan Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Gedung J Lantai 1 Ruang J 111 Kampus IPI Garut, mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari implementasi SPMI sebagai fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di IPI Garut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan di lingkungan IPI Garut, meliputi Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, Direktur dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Koordinator Program PPG, para Kepala Lembaga dan Kepala Bagian, serta Ketua Program Studi di lingkungan IPI Garut. Kehadiran seluruh unsur pimpinan ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem mutu yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam forum pembahasan, BPM memfasilitasi penelaahan terhadap standar-standar SPMI yang meliputi bidang akademik dan non-akademik. Peserta secara aktif mendiskusikan substansi standar, kesesuaian dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), serta relevansinya dengan kebutuhan dan arah pengembangan institusi. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa standar yang ditetapkan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga mampu menjadi instrumen peningkatan mutu yang aplikatif dan kontekstual.
Penetapan Standar SPMI ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) di seluruh unit kerja. Melalui kegiatan ini, BPM menegaskan bahwa mutu bukan sekadar tuntutan akreditasi, melainkan budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh civitas akademika. Dengan standar SPMI yang disepakati bersama, IPI Garut terus berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bermutu, akuntabel, dan berdaya saing.