Visi & Misi

BADAN PENJAMINAN MUTU INTERNAL

Badan Penjaminan Mutu (BPM) memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu perguruan tinggi yang meliputi manajemen mutu dan penjaminan mutu. Manajemen mutu adalah suatu nilai, sikap mental, satu sistem, sekaligus satu pola kegiatan dimana pengelola sebuah perguruan tinggi diarahkan secara sadar, sistematik, dna efisien untuk mencapai kepuasan dan peningkatan nilai pemangku kepentingan (stakeholders). Penjaminan mutu adalah suatu proses, mekanisme, dna prosedur untuk menjamin bahwa manajemen mutu telah dilaksanakan secara benar sesuai dengan standar, norma, permintaan, dan kepuasan para pemangku kepentingan (stakeholders).

Tujuan kebijakan BPM adalah memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) melampaui standar Pendidikan Tinggi sesuai Undang Undang yang berlaku. Hal ini ditempuh dengan pembuatan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penetapan dokumen SPMI menggunakan acuan yang terstandar berdasarkan Permeristekdikti No. 44 tahun 2015 dan Permeristekdikti No. 62 tahun 2016 dan penerapan SPMI dilakukan secara berkelanjutan menggunakan 5 langkah Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP).

Adapun Visi dan Misi BPM IPI yaitu:

VISI BPM

Menjadi lembaga penjaminan mutu internal yang unggul dalam perencanaan dan pengembangan mutu perguruan tinggi dalam upaya mewujudkan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) yang unggul dan berkualitas di tingkat nasional pada tahun 2022.

 

MISI BPM

  • Merencanakan pedoman penjaminan dan manajemen mutu yang bersifat akademik maupun non akademik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan masyarakat Jawa Barat
  • Mengembangkan kebijakan tentang manajemen dan penjaminan mutu di lingkungan IPI yang ilmiah dan religius
  • Mengembangkan kerjasama dengan institusi lain seperti institusi pemerintahan, swasta serta lembaga sosial dan pendidikan
  • Melaksanakan audit mutu internal yang bermutu, relevan, dan berkelanjutan,

Meningkatkan kualitas auditor melalui pelatihan sehingga dapat berpikir, bersikap dan bertindak sebagai konselor, motivator, dan inspirator bagi auditee.